BAB 7 : Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

"Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan"



I. PENDAHULUAN

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama, saling berhubungan dan mempengaruhi, saling terikat satu sama lain sehingga melahirkan kebudayaan yang sama. Kali ini saya akan membahas apa sih yang dimaksud Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan. Kedua aspek ini memiliki keterkaitan satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Saya disini akan mencoba menjabarkan Pengertian dan Keterkaitan tersebut.


II. PEMBAHASAN DAN SUB POKOK PEMBAHASAN 


"Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif "

A. Pengertian Masyarakat


Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.

3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. 

Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan – hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa, dan sebagainya. Atau dengan  kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. 
Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek – aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

B. Syarat Syarat menjadi Masyarakat



Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

C. Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan  masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu :

Ø   Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa, hal ini sudah disebabkan oleh pergaulan yang semakin berkembang dan faktor lainnya.
Ø   Orang-orang kota pada umumnya lebih mandiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
Ø   Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
Ø   Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
Ø   Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan.
Ø   Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota.
Ø   Perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan akan tampak nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima semua pengaruh-pengaruh dari luar.

D. Tipe - Tipe Masyarakat

Masyarakat mempunyai tipe seperti berikut :
  • Masyarakat kecil yang belum kompleks, yaitu masyarakat yang belum mengenal pembagian kerja, struktur, dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajarisebagai satu kesatuan. 
  • Masyarakat yang sudah kompleks, yaitu masyarakat yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan sudah maju, teknologi maju, dan sudah mengenal tulisan.
E. Perbedaan Desa dan Kota
  1. Kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa.
  2. Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan diperkotaan.Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas,udaranya bersih,sinar matahari cukup dan lain sebagainya.Sedangkan dilingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal,bangunan-bangunan menjulang tinggi dan pemukiman yang padat. 
  3. Kegiatan utama penduduk desa berada di sector ekonomi primer yaitu bidang agraris(pertanian). 
  4. Corak kehidupan social di desa dapat dikatakan masih homogin(satu jenis),sebaliknya di kota sangat heterogin(beraneka ragam) karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agama,kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan. 
  5. Sistem pelapisan social di kota jauh lebih kompleks daripada di desa. 
  6. Mobilitas (kemampuan bergerak) social di kota jauh lebih besar daripada di desa.
  7. Bila terjadi pertentangan,di usahakan untuk dirukunkan,karena memang prinsip kerukunan inilah yang menjiiwai hubungan sosial pada masyarakat pedesaan. 
  8. Jumlah angkatan kerja yang tidak mempunyai pekerjaan tetap di pedesaan jauh lebih besar daripada di perkotaan.

"Hubungan Desa dan Kota"


     Kita ketahui bahwa kita sebagai manusia adalah makhluk yang bersifat sosial bukan individual yang artinya berarti kita tidak bisa hidup sendiri dan kita sebagai makhluk sosial memerlukan bantuan orang lain. Begitu juga, hubungan antara desa dan kota yang saling berkaitan satu sama lain masyarakat desa memerlukan bantuan dari masyarakat kota begitupun sebaliknya, keduanya saling membutuhkan misalnya saja masyarakat kota yang membutuhkan bahan bahan pangan seperti beras,sayur mayur , buah buahan dan lain lain. Masyarakat kota juga membutuhkan tenaga kerja dari desa misalnya buruh bangunan dalam suatu proyek yang dikerjakan di kota atau pembantu rumah tangga.

     Sebaliknya , masyarakat desa juga membutuhkan bantuan dari masyarakat kota misalnya saja pakaian pakaian , obat obatan untuk kesehatan, alat pembasmi hama , serta alat transportasi. Kota juga menyediakan tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yang dibutuhkan masyarakat desa, misalnya saja tenaga di bidang medis ataupun kesehatan, serta tenaga pembimbing dalam bidang pendidikan dan tenaga pembimbing yang membantu dalam upaya peningkatan hasil budi daya desa tersebut sehingga memajukan ekonomi desa itu sendiri.


"Aspek Positif dan Aspek Negatif"


I. Aspek Positif dan Aspek Negatif 

Aspek positif interaksi desa-kota :
  1. Pengetahuan penduduk desa meningkat. 
  2. Pengeeeetahuan penduduk desa tentang pertanian meningkat, karena adanya sistim teknologi 
  3. Meningkatkan hubungan social ekonomi desa dan kota karena kemudahan sarana transportasi. 
  4. Adanya guru dari kota yang menjadi penggerak pembangunan desa Dsb 

Aspek negatif interaksi desa-kota :
  1. Penetrasi kebudayaan kota ke desa yang kurang sesuai dengan tradisi budaya desa 
  2. Perluasan kota dan masuknya orang berharta ke desa sehingga menggubah tata guna lahan desa 
  3. Daya tarik kota dalam berbagai bidang menyebabkan tenaga potensial di desa kurang. 
  4. Muncul masalah baru (pengangguran, tuna wisma,kejahatan,masalah pangan maupun lingkungan). 

II. 5 Unsur Lingkungan Perkotaan :

Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :

1) Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat                berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan          sosial dalam keluarga. 
     Unsur wisma ini menghadapkan:
         a) Dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan                                   pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang.
         b) Memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai                   standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang                       aman dan menyenangkan.
2) Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur      ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
3) Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan      hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan              antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
4) Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan          penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
5) Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi                  belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan        kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.

III. Fungsi External Kota

Fungsi eksternal kota:
  • Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
  • Pusat dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
  • Pusat dan wadah kegiatan ekonomi ekspor :
              1. Produksi barang dan jasa
              2. Terminal dan distribusi barang dan jasa.

  • Simpul komunikasi regional/global
  • Satuan fisik-infrastruktural yang terkail dengan arus regional/global.
"Masyarakat Pedesaan"

A. Pengertian Desa

Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di negeri ini. Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh beberapa kepala keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat pendidikannya cenderung rendah. Karena jumlah penduduknya tidak begitu banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antar masyarakatnya terjalin kuat. Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi desa

A. UU No. 5 Tahun 1979 
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan             masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat dan hukum yang mempunyai             organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak                                     menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik             Indonesia
B. SUTARDJO KARTODIKUSUMO
Desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang           berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri
C. SANIYANTI NURMUHARIMAH
Desa merupakan wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang emmiliki sistem                             pemerintahan sendiri
D. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
Desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejulah keluarga yang mempunyai sistem       pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang Kepala Desa) atau desa merupakan                     kelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan
E. BAMBANG UTOYO
Desa merupakan tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang             pertanian dan menghasilkan bahan makanan.


B. Ciri - Ciri Desa 
Menurut Paul H. Landis desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim,   keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
C. Ciri - Ciri Masyarakat Desa

Secara umum, ciri-ciri pedesaan adalah sebagai berikut:

1. Letaknya relatif jauh dari kota dan relatif tenang
2. Lingkungan alam masih besar peranan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat pedesaan, karena ini sumber penghasilan mereka.
3. Mata pencaharian bercorak agraris dan relatif homogen (bertani, beternak, nelayan, dll)
4. Corak kehidupan sosialnya bersifat gemain schaft (paguyuban dan memiliki community sentiment yang kuat).
5. Keadaan penduduk (asal-usul), tingkat ekonomi, pendidikan dan kebudayaannya relatif homogen.
6. Interaksi sosial antar warga desa lebih intim dan langgeng serta bersifat familistik
7. Memiliki keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan leluhurnya
8. Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebersamaan / gotong royong kekeluargaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan social.
9. Jumlah warganya relatif kecil dengan penguasaan IPTEK relatif rendah, sehingga produksi barang dan jasa relatif juga rendah 
10. Kehidupan sosial budayanya bersifat statis, dan monoton dengan tingkat perkembangan yang lamban.
11. Masyarakatnya kurang terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib, dan sulit menerima unsur-unsur baru
12. Memiliki sistem nilai budaya (aturan moral) yang mengikat dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya tidak tertulis
13. Penduduk desa bersifat konservatif, tetapi sangat loyal kepada pemimpinnya dan menjunjung tinggi tata nilai dan norma-norma yang berlaku.

D. Macam - Macam Pekerjaan Gotong Royong
Bentuk-bentuk kerjasama dalam masyarakat sering diistilahkan dengan gotong royong dan tolong-menolong.

Macam-macam pekerjaan gotong-royong (kerja bakti) ada dua macam, yaitu :
1. Kerjasama untuk pekerjaan-pekerjaan yang timbulnya dari inisiatif warga masyarakat itu sendiri (biasanya diistilahkan dari bawah).
2. Kerjasama untuk pekerjaan-pekerjaan yang inisiatifnya tidak timbul dari masyarakat itu sendiri berasal dari luar (biasanya berasal dari atas).

Kerjasama jenis pertama biasanya sungguh-sungguh dirasakan kegunaannya bagi mereka, sedang jenis kedua biasanya sering kurang dipahami kegunaannya.

E. Sifat dan Hakikat Masyarakat Pedesaan

Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai dan harmonis sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian, dan keruwetan atau kekusutan pikir.

Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh ketenangan. Tetapi sebenarnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakat. 

Gemeinschaft (Paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.
Tetapi sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan ini mengenal bermacam-macam gejala, khususnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan sosial.

F. Gejala Masyarakat Pedesaan
  1. Kurangnya pendidikan yang disebabkan tidak terbukanya masyarakat tersebut atau disebabkan oleh tenaga pendidik yang belum maksimal.
  2. Tingginya angka kemiskinan pada masyarakatnya.
  3. Rendahnya kualitas sumber daya manusia itu sendiri
G. Sistem Budaya Petani Indonesia

– Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup
– Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana
– Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama 

H. Unsur - Unsur Desa
  1. Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis.
  2. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat
  3. Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa.
ketiga unsur ini tidak lepas antar satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan satu kesatuan.

I. Fungsi Desa
Fungsi desa adalah:
  1. Desa yang merupakan hinterland atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok.
  2. Desa ditinjau dari sudut pemberian ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja yang tidak kecil artinya.
Desa dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dll


"Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan"
Perbedaan antara Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota:

1.   Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam
Masyarakat pendesaan berhubungan kuat dengan alam karena lokasi geografisnya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
2.   Pekerjaan atau Mata Pencaharian
Pada umumnya mata pencaharian di daerah pendesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
3.   Ukuran Komunitas
Komunitas pendesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
4.   Kepadatan Penduduk
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.
5.   Homogenitas dan Heterogenitas
Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku. Nampak pada masyarakat pendesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduk heterogen, terdiri dari orang-orang dengan macam-macam perilaku, dan juga bahasa penduduk di kota lebih heterogen.
6.   Diferensiasi Sosial
Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial.
7.   Pelapisan Sosial
Kelas sosial di dalam masyarakat sering Nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi di atas piramda, kelas menengah ada diantara kedua tingkat, kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
·     Pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
·     Pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
·     Masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
·     Ketentuan kasta dan contoh perilaku.
8.   Mobilitas Sosial.
·     Mobilitas sosial berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi nya kelembagaan-kelembagaan.
·     Banyak penduduk yg pindah rumah.
·     Waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan bepergian setiap hari di dalam atau di luar waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan
9.    Interaksi Sosial.
 Masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya dalam kontak sosial berbeda secara  kuantitatif maupun secara kualitatif.
10.  Pengawasan Sosial.
 Di kota pengawasan lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan lbh menyangkut  masalah pelanggaran.
11.  Pola Kepemimpinan.
 Menentukan kepemimpinan di daerah perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh  kualitas pribadi dari individu dibandingkan dengan kota
12.  Standar Kehidupan
 Di kota tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di  desa tidak demikian.
13.  Kesetiakawanan Sosial
 Kesetiakawanan sosial pada masyarakat perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan  oleh masingmasing faktor yang berbeda
14.  Nilai dan Sistem Nilai
 Nilai dan sistem nilai di desa dengan di kota berbeda dan dapat diamati dalam  kebiasaan, cara dan norma yang berlaku



Terimakasih



Daftar Pustaka :

http://lalayulia.blogspot.co.id/2011/11/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat.html

http://brianhand93.blogspot.co.id/2011/11/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat.html

http://galihjalusaputra.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat_5.html

http://illaphuw.blogspot.co.id/2010/11/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat.html

http://pinterdw.blogspot.co.id/2012/03/unsur-unsur-desa.html

Posting Komentar

Distributed by Gooyaabi Templates | Designed by OddThemes